Posted by rumah mungil yang sehat | Posted in Rumah Mungil Yang Sehat | Posted on 20-12-2010
Tags: disewakan, Kamar, keluarga, konsumen, mungil, rumah, sederhana, sehat
Geliat kehadiran rumah kos-kosan semakin menjamur. Tidak hanya di pusat kota bahkan sampai ke pinggir kota. Perkembangan suatu daerah ke arah industri mengakibatkan terjadinya pemusatan penduduk. Tentu ini memerlukan tempat hunian bagi yang terlibat didalamnya. Adanya rumah kos-kosan sangat membantu bagi yang memerlukan tempat tinggal sementara dengan harga yang terjangkau. Masalahpun muncul berikutnya. Seperti sulitnya mendata penghuni rumah kos-kosan, konflik antar penghuni, konflik penghuni dengan pemilik, dan konflik dengan lingkungan sekitar. Secara fisik masalah yang muncul adalah kesan kumuh dari rumah kos-kosan itu sendiri. Karena luas ruang yang terbatas sedangkan aktivitas penghuni yang beragam. Maka dari itu perlu perencanaan yang ergonomis dan sesuai dengan aktivitas penghuninya. Bila menilik dari kata per kata dapat didefinisikan bahwa rumah adalah suatu bangunan yang difungsikan sebagai tempat tinggal atau hunian dimana didalamnya terdapat aktivitas memasak, tidur, mandi, bercengkerama, dengan keluarga, dan lain-lain. Sedangkan “kos” berasal dari kata “cost” yang artinya biaya. Jadi rumah kos-kosan dapat didefinisikan sebagai tempat tinggal yang dikenakan biaya atau disewakan. Memang pada awalnya rumah kos-kosan hanya diperuntukkan bagi siswa dan mahasiswa yang belajar di suatu daerah yang berasal dari daerah lain tapi tidak punya keluarga di daerah tersebut. Untuk tempat tinggal selama pendidikan ia harus menyewa. Peluang ini dimanfaatkan oleh keluarga yang kebetulan rumahnya terdapat kamar kosong yang tidak terpakai. Karena setiap tahun kebutuhan tempat tinggal untuk siswa dan mahasiswa semakin meningkat maka semakin banyak rumah yang difungsikan hanya sebagai tempat kos siswa dan mahasiswa.
Karena penghuni kos-kosan berasal dari daerah dengan latar belakang yang berbeda-beda mengakibatkan sering muncul konflik. Maka untuk menjaga kenyamanan dan privacy penghuni, dibuatlah rumah kos-kosan yang lebih mengkhusus seperti rumah kos-kosan yang berkembang sekarang ini.
Adanya sarana pendidikan di suatu daerah adalah latar belakang awal adanya rumah kos-kosan. Pada perkembangan selanjutnya rumah kos-kosan juga sangat diperlukan di daerah-daerah yang berkembang ke arah industri. Tentu konsumennnya adalah para pekerja.
Melihat perkembangan tersebut konsumen rumah kos-kosan di masa kini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu siswa/mahasiswa dan pekerja. Pekerja dibedakan lagi menjadi tiga yaitu pekerja yang belum menikah, pekerja yang sudah menikah tapi belum punya anak, dan pekerja yang sudah menikah yang sudah punyak anak (balita).
Bila sudah mengetahui jenis ruang yang dibutuhkan, kita bisa menentukan konsep rumah kos-kosan yang akan kita bangun. Ada dua konsep yang bisa diterapkan yaitu konsep bersama atau konsep individu. Konsep bersama bisa diterapkan bila kita membidik konsumen siswa/mahasiswa. Kalau diterapkan pada konsumen pekerja apalagi pekerja yang sudah menikah akan menimbulkan banyak masalah. Pada konsep bersama disini lebih mengutamakan kebersamaan karena penghuni lebih sering bisa berinteraksi dalam satu ruang yang sama. Pada konsep ini ruang-ruang kecuali ruang tidur dipakai secara bersama dan ditempatkan tidak dalam satu ruang dengan ruang tidur.Sedangkan pada konsep individu diterapkan pada konsumen pekerja tapi saat sekarang siswa/mahasiswa lebih banyak menyukai rumah kos-kosan konsep ini. Karena konsep ini lebih meminimalkan munculnya konflik antar penghuni, lebih nyaman dan mengutamakan privacy penghuni. Rumah kos-kosan dengan konsep ini dibangun dimana dalam satu massa bangunan terdapat beberapa bilik kamar yang didalamnya terdapat ruang pendukung lainnya seperti dapur, toilet, tempat jemuran, parkir dan teras.
Rumah kos-kosan memang tempat tinggal sementara yang mungil dan sederhana. Tapi kadang ada segudang permasalahan yang kompleks didalamnya. Namun bila ada saling pengertian antar penghuni, penghuni dengan pemilik, dan penghuni dan pemilik dengan lingkungan sekitarnya tentu masalah tersebut bisa diatasi.






